Latar Belakang

Instansi pemerintah maupun swasta yang mempunyai unit vertikal atau cabang yang tersebar  diseluruh  wilayah Indonesia  dalam  kegiatan  operasionalnya  didukung  oleh suatu  Sistem  Informasi  dan  infrastruktur  jaringan komunikasi  data  yang  bervariasi. Pada  umumnya  Sistem  Informasi  yang  diterapkan  bersifat  desentralisasi (terdistribusi)  atau  sentralisasi  dalam  memproses  suatu  data  transaksi  yang  terkait dengan bisnis utama maupun bisnis penunjangnya, namun ada juga (meskipun hanya sedikit)  instansi  yang  menerapkan  sistem  hybrid yang  biasa  dikenal  dengan sentralisasi informasi dan distribusi proses.

Pilihan penerapan sistem informasi (sentralisasi, distribusi, hybrid) sangat tergantung dari  jenis  layanan  yang diberikan  kepada  stakeholder  dan  service  level  agreement yang  dijanjikan.  Konsekuansi  dari  penerapan  sistem terdistribusi adalah  pada  saat dibutuhkan  suatu  laporan  atau  monitoring  yang  terintegrasi  maka  harus  dilakukan proses  konsolidasi  terhadap  seluruh  data  transaksi  yang  tersimpan  di  lokal  database cabang,  selain  itu  untuk pelayanan  yang  mencakup  seluruh  area,  dibutukan  proses distribusi  data  master  dan  referensi  ke  database setiap  cabang  pelayanan  untuk memenuhi cakupan layanan yang luas.

Data  dan  informasi  yang  dimiliki  oleh  cabang  berasal  dari  pemrosesan  yang  berbeda dan  memiliki beragaman  sumber  data,  yang  terdiri  dari  banyak  jenis  database seperti  Oracle  Database,  SQLserver,  MySQL,  MS‐Access, dan  Foxpro  (dbf),  atau berupa  flat  file  (CSV,  TXT)  dan  spreadsheet  file  (MS  Excel),  dan  bisa  juga  ada kebutuhan  untuk  melakukan  transfer  file  system  dalam  jumlah  besar.  Untuk mengantisipasi  keberagaman  tersebut,  dan  membentuk  suatu  Pusat  Data  maka diperlukan mekanisme konsolidasi dan integrasi data.

Selain yang telah dijabaran diatas, terdapat latar belakang yang umum terdapat pada setiap instansi atau perusahaan yaitu :

Dari Latar belakang tersebut maka menimbulkan beberapa permasalahan diantaranya adalah :

Untuk mengatasi permasalahan terebut, kami Edise Indonesia menawarkan solusi terhadap konsolidasi dan distribusi data. Karena edise adalah :

EDISE adalah solusi pertukaran data elektronik point-to-point yang dioptimalkan untuk volume besar, mengutamakan keamanan dan performa, dan menjamin kesuksesan pertukaran data dalam dan antar perusahaan.

EDISE mengintegrasikan bisnis Anda dengan memberikan solusi konsolidasi dan distribusi data yang handal dan aman guna mendukung pertumbuhan bisnis dan mereduksi kompleksitas teknologi informasi.

EDISE adalah  solusi  andal  untuk  memenuhi kebutuhan  konsolidasi,  distribusi  dan  integrasi  data  secara efektif dan  efisien.  Edise  merupakan  inovasi  baru  yang menggabungkan  fungsi  konsolidasi,  distribusi  dan  integrasi data menjadi satu set sistem yang terintegrasi secara utuh.

EDISE dapat  mengonsolidasikan  data  dari  berbagai macam  database  ke  satu  macam  database  dan mendistribusikan  data dari  satu  macam  database  ke berbagai macam database.

EDISE dapat  berfungsi  sebagai  tools  ETL  (Extract, Tranform,  Load)  untuk  mengintegrasikan  berbagai  macam  sumber data (database & file terstruktur) ke satu atau lebih data warehouse.

EDISE dapat  mengonsolidasikan  data  secara berjenjang/bertingkat  (kantor  cabang -> kantor  regional ->kantor  pusat)  dengan  konfigurasi  sistem  yang  sangat sederhana.